Rabu, 17 Desember 2008
Senin, 15 Desember 2008
Peran Pembukuan Dalam Usaha
Akhir-akhir ini banyak orang beralih menjadi pengusaha. Banyak yang sukses tetapi tidak sedikit pula yang akhirnya tumbang sebelum menikmati kesuksesan. Kesalahan utama mereka yang gagal adalah kesalahan pada manajemen keuangan. Terkadang barang dagangan kita laris terjual, tapi begitu akhir bulan uang tidak ada, barangpun semakin berkurang.
Karena merasa usaha kita masih kecil dan menngunakan modal sendiri, terkadang kita melupakan pembukuan, padahal itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal, lebih parah lagi kalau modal usaha bercampur dengan uang pribadi. Masalah seperti ini pasti kita semua mengalaminya, termasuk saya.
Sekecil apapun usaha kita, hendaknya kita punya pembukuan dan manajemen yang benar. Sampai saat inipun saya masih terus belajar menjalankan usaha dengan manajemen yang benar. Kita semua pasti semua pernah mengalami, jika anak kita mau jajan kita ambil dari laci (uang usaha), kalau jual rokok misalnya, asal ambil saja tanpa di catat dan dimasukan ke pembukuan. Masalah-masalah seperti itulah yang sering tidak kita sadari telah menyebabkan kehancuran pada usaha yang sedang kita jalankan.
Walaupun usaha ini milik dan modal kita, bahkan kita sendiri yang menjalankannya, maka hendaknya kita bisa menempatkan diri kita seperti layaknya bekerja di perusahan orang lain. Ini artinya kita punya hak untuk dapat "gaji" , dengan demikian kita dapat menilai sudah berapa berkembangnya usaha yang sedang kita jalani. Berapa besar gaji yang bisa kita terima dari usaha sendiri ini, sangat tergantung dari kemampuan dan kemajuan perusahaan kita.
Dengan pembukuan kita bisa mencatat pendapatan dan pengeluaran perusahaan, sehingga kita akan mudah memeriksa keluar masuknya uang dan barang. Dan ini akan memudahkan kita melakukan evaluasi kemajuan dan kemunduran usaha.
Yang tak kalah pentingnya juga bila kita benjalankan usaha sendiri adalah "menggaji diri sendiri", karena bagaimanapun gaji adalah merupakan komponen penting dalam dunia usaha dan harus masuk dalam pengeluaran perusahaan. Dengan demikian kita bisa dengan mudah menentukan harga jual produk kepada konsumen.
Kalaupun kita tidak ambil gaji itu, tidak jadi masalah. Kita bisa tambahkan sebagai tambahan modal usaha kita agar lebih besar.
Karena merasa usaha kita masih kecil dan menngunakan modal sendiri, terkadang kita melupakan pembukuan, padahal itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal, lebih parah lagi kalau modal usaha bercampur dengan uang pribadi. Masalah seperti ini pasti kita semua mengalaminya, termasuk saya.
Sekecil apapun usaha kita, hendaknya kita punya pembukuan dan manajemen yang benar. Sampai saat inipun saya masih terus belajar menjalankan usaha dengan manajemen yang benar. Kita semua pasti semua pernah mengalami, jika anak kita mau jajan kita ambil dari laci (uang usaha), kalau jual rokok misalnya, asal ambil saja tanpa di catat dan dimasukan ke pembukuan. Masalah-masalah seperti itulah yang sering tidak kita sadari telah menyebabkan kehancuran pada usaha yang sedang kita jalankan.
Walaupun usaha ini milik dan modal kita, bahkan kita sendiri yang menjalankannya, maka hendaknya kita bisa menempatkan diri kita seperti layaknya bekerja di perusahan orang lain. Ini artinya kita punya hak untuk dapat "gaji" , dengan demikian kita dapat menilai sudah berapa berkembangnya usaha yang sedang kita jalani. Berapa besar gaji yang bisa kita terima dari usaha sendiri ini, sangat tergantung dari kemampuan dan kemajuan perusahaan kita.
Dengan pembukuan kita bisa mencatat pendapatan dan pengeluaran perusahaan, sehingga kita akan mudah memeriksa keluar masuknya uang dan barang. Dan ini akan memudahkan kita melakukan evaluasi kemajuan dan kemunduran usaha.
Yang tak kalah pentingnya juga bila kita benjalankan usaha sendiri adalah "menggaji diri sendiri", karena bagaimanapun gaji adalah merupakan komponen penting dalam dunia usaha dan harus masuk dalam pengeluaran perusahaan. Dengan demikian kita bisa dengan mudah menentukan harga jual produk kepada konsumen.
Kalaupun kita tidak ambil gaji itu, tidak jadi masalah. Kita bisa tambahkan sebagai tambahan modal usaha kita agar lebih besar.
Kamis, 11 Desember 2008
Bisnis Pulsa Sangat Menjanjikan
Di akhir tahun 2004 tepatnya di bulan Oktober saya memulai bisnis ritel isi ulang pulsa elektrik. Masih segar dalam ingatan saya, waktu itu saya memulai deposit dengan Rp. 300.000,-. Saat itu saya jadi member ke salah satu perusahaan isi ulang pulsa all operator yang kantor pusatnya di Jakarta dan dia punya cabang di Kota Bandung, karena kebetulan saya tinggal di Bandung.
Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan tersebut saya ambil karena ada 1 kelebihannya yaitu transaksi 24 jam, sedangkan pada saat itu belum ada isi ulang pulsa elektronik di Bandung yang bisa top up 24 jam, rata-rata mereka buka sampai jam 18.00. Dengan deposit yang saya setorkan tadi saya merintis usaha bisnis pulsa, dan alhamdulilah sampai saat ini masih saya jalankan.
Deposit pertama bisa habis dalam 2 hari, dengan margin yang saya ambil saat itu Rp.1000-Rp.1500,-/ transaksi, bersihnya rata2 Rp.1200/transaksi setelah dipotong biaya sms. Dalam sehari saya bisa menjual 20 - 30 transaksi pulsa. Karena kebetulan saya punya toko di pinggir jalan raya utama di Bandung Timur usaha sayapun semakin hari semakin berkembang. Deposit pun yang tadinya Rp. 300.000,- cukup untuk 2 hari lama kelamaan menjadi tiap hari bahkan meningkat sampai bisa habis deposit Rp. 1000.000,-/harinya.
Berawal dari coba-coba untuk memanfaatkan Handphone yang biasa saya pake agar bisa produktif, ya paling tidak untuk pulsa telepon ngak mesti merogoh dari kantong sendiri, tapi ternyata hal ini bisa menjadikan lahan usaha yang sangat menjanjikan.
Di awal tahun 2008 saat anak saya dirawat karena terkena Demam Berdarah saya baca-baca koran, dan dikoran tersebut dibahas masalah bisnis pulsa ini. Malamnya saya coba browsing di internet, cari sumber tentang bisnis yang satu ini, dan ternyata benar begitu terbuka kesempatan untuk menjalankan usaha di bidang isi ulang pulsa elektronik.
Setelah anak saya sembuh dan pulang ke rumah, saya semakin semangat lagi untuk lebih serius lagi menjalankan usaha ini. Berbagai surat kabar lokal/nasional saya baca untuk melihat perkembangan usaha tersebut, sampailah saya di ketemukan dengan seseorang yang sudah lama mengeluti usaha isi ulang pulsa. Namanya "Bang Deni" dialah yang memotivasi saya, meyakinkan saya bahwa usaha yang sedang saya jalankan sudah tepat. Ternyata benar, karena sering konsultasi dengan beliau yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri,guru,sahabat, saya pun memutuskan untuk meningkatkan usaha pulsa saya dari ritel menjadi Dealer.
Dengan di bimbing Bang Deni akhirnya saya putuskan untuk membuat Server sendiri tidak lagi nebeng ke orang lain.
Dalam enam bulan saya menjalankan bisnis pulsa dengan server sendiri ini sudah lebih dari 120 member yang bergabung dengan saya, dan saya pun saat ini sudah punya website sendiri (http://www.aurelsolution.com) untuk memperluas jaringan usaha saya di bidang isi ulang pulsa elektronik ini.
Sebetulnya selain bisnis pulsa ini, saya juga bisnis di bidang perdagangan, Minimarket, Subdistributor salah satu merek ternama, tapi dengan adanya Krisis Ekonomi Global ini semua usaha saya kena imbasnya juga, mulai dari penurunan omset, sampai ke tutupnya beberapa toko-toko yang selama ini bekerja sama.
Tapi ini berbanding terbalik dengan dunia pulsa, seolah usaha ini tidak peduli dengan adanya krisis ekonomi global, semua lancar-lancar saja, tidak ada penurunan omset, malah sebaliknya omset saya semakin bertambah dalam beberapa bulan terakhir ini.
Saya merasa beruntung bertemu dengan Bang Deni, karena atas saran dan bimbingannya saya bisa seperti sekarang ini.
Untuk semua yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, tidak ada salahnya untuk mencoba usaha ritel pulsa isi ulang ini. Peluangnya masih terbuka lebar, asal kita mau kreatif, pantang menyerah sama keadaan, saya yakin anda bisa jadi lebih maju.
Sekolah, Kampus, Kantor, Lembaga Pendidikan, Rumah Sakit adalah tempat yang ideal untuk dijadikan sasaran bisnis pulsa ini.
Semoga tulilan saya ini bisa jadi motivasi bagi semuanya, untuk memulai usaha, tidak mudah menyerah pada keadaan, buang jauh-jauh kata malu,gengsi dan sebagainya. Mulailah dari kecil, karena segala sesuatupun butuh proses.
Terima Kasih untuk Istriku tercinta Santi Kurnia Diniwati dan juga putriku Nashifa Salsabila K & Nazhwa Aurelia F yang telah memberikan dukungan baik moral, materi,spriritual selama ini.
Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan tersebut saya ambil karena ada 1 kelebihannya yaitu transaksi 24 jam, sedangkan pada saat itu belum ada isi ulang pulsa elektronik di Bandung yang bisa top up 24 jam, rata-rata mereka buka sampai jam 18.00. Dengan deposit yang saya setorkan tadi saya merintis usaha bisnis pulsa, dan alhamdulilah sampai saat ini masih saya jalankan.
Deposit pertama bisa habis dalam 2 hari, dengan margin yang saya ambil saat itu Rp.1000-Rp.1500,-/ transaksi, bersihnya rata2 Rp.1200/transaksi setelah dipotong biaya sms. Dalam sehari saya bisa menjual 20 - 30 transaksi pulsa. Karena kebetulan saya punya toko di pinggir jalan raya utama di Bandung Timur usaha sayapun semakin hari semakin berkembang. Deposit pun yang tadinya Rp. 300.000,- cukup untuk 2 hari lama kelamaan menjadi tiap hari bahkan meningkat sampai bisa habis deposit Rp. 1000.000,-/harinya.
Berawal dari coba-coba untuk memanfaatkan Handphone yang biasa saya pake agar bisa produktif, ya paling tidak untuk pulsa telepon ngak mesti merogoh dari kantong sendiri, tapi ternyata hal ini bisa menjadikan lahan usaha yang sangat menjanjikan.
Di awal tahun 2008 saat anak saya dirawat karena terkena Demam Berdarah saya baca-baca koran, dan dikoran tersebut dibahas masalah bisnis pulsa ini. Malamnya saya coba browsing di internet, cari sumber tentang bisnis yang satu ini, dan ternyata benar begitu terbuka kesempatan untuk menjalankan usaha di bidang isi ulang pulsa elektronik.
Setelah anak saya sembuh dan pulang ke rumah, saya semakin semangat lagi untuk lebih serius lagi menjalankan usaha ini. Berbagai surat kabar lokal/nasional saya baca untuk melihat perkembangan usaha tersebut, sampailah saya di ketemukan dengan seseorang yang sudah lama mengeluti usaha isi ulang pulsa. Namanya "Bang Deni" dialah yang memotivasi saya, meyakinkan saya bahwa usaha yang sedang saya jalankan sudah tepat. Ternyata benar, karena sering konsultasi dengan beliau yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri,guru,sahabat, saya pun memutuskan untuk meningkatkan usaha pulsa saya dari ritel menjadi Dealer.
Dengan di bimbing Bang Deni akhirnya saya putuskan untuk membuat Server sendiri tidak lagi nebeng ke orang lain.
Dalam enam bulan saya menjalankan bisnis pulsa dengan server sendiri ini sudah lebih dari 120 member yang bergabung dengan saya, dan saya pun saat ini sudah punya website sendiri (http://www.aurelsolution.com) untuk memperluas jaringan usaha saya di bidang isi ulang pulsa elektronik ini.
Sebetulnya selain bisnis pulsa ini, saya juga bisnis di bidang perdagangan, Minimarket, Subdistributor salah satu merek ternama, tapi dengan adanya Krisis Ekonomi Global ini semua usaha saya kena imbasnya juga, mulai dari penurunan omset, sampai ke tutupnya beberapa toko-toko yang selama ini bekerja sama.
Tapi ini berbanding terbalik dengan dunia pulsa, seolah usaha ini tidak peduli dengan adanya krisis ekonomi global, semua lancar-lancar saja, tidak ada penurunan omset, malah sebaliknya omset saya semakin bertambah dalam beberapa bulan terakhir ini.
Saya merasa beruntung bertemu dengan Bang Deni, karena atas saran dan bimbingannya saya bisa seperti sekarang ini.
Untuk semua yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, tidak ada salahnya untuk mencoba usaha ritel pulsa isi ulang ini. Peluangnya masih terbuka lebar, asal kita mau kreatif, pantang menyerah sama keadaan, saya yakin anda bisa jadi lebih maju.
Sekolah, Kampus, Kantor, Lembaga Pendidikan, Rumah Sakit adalah tempat yang ideal untuk dijadikan sasaran bisnis pulsa ini.
Semoga tulilan saya ini bisa jadi motivasi bagi semuanya, untuk memulai usaha, tidak mudah menyerah pada keadaan, buang jauh-jauh kata malu,gengsi dan sebagainya. Mulailah dari kecil, karena segala sesuatupun butuh proses.
Terima Kasih untuk Istriku tercinta Santi Kurnia Diniwati dan juga putriku Nashifa Salsabila K & Nazhwa Aurelia F yang telah memberikan dukungan baik moral, materi,spriritual selama ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
